Profil Singkat Timnas Spanyol Di Euro 2016

Profil Singkat Timnas Spanyol Di Euro 2016Profil Singkat Timnas Spanyol Di Euro 2016 – Vicente del Bosque adalah manajer yang dikeluarkan dari Real Madrid pada tahun 2003. Setelah memenangkan dua gelar di liga dan dua piala Eropa manajer ini malah dipecat dari Madrid. Setelah itu dia hanya menghabiskan satu musim bekerja pada tim Besiktas di lima tahun berikutnya. Pada Euro 2008 dia tiba-tiba direkrut oleh tim nasional Spanyol sebagai manajer. Luis Aragones adalah manajer sebelumnya yang telah mengantarkan kemenangan untuk Spanyol di Euro 2008. Pada Piala Dunia tahun 2010 dia berhasil memenangkan semua pertandingan dalam babak kualifikasi. Pada akhirnya dia meneruskan hal ini sampai memenangkan turnamen. Setelah 2012 dia terus melakukan pekerjaannya dan mencapai final. Dia akhirnya mendapatkan hambatan pertamanya di Brazil ketika terlambat menyadari bahwa Xavi sudah terlalu tua untuk bermain.

Profil Singkat Timnas Spanyol Di Euro 2016

Iker Casillas telah melakukan perbuatan aneh selama dua tahun. David Villa dan Fernando Torres juga berada pada level ini. Diego Costa yang baru saja mendapatkan cidera membuat pertaruhan menjadi terlalu tinggi untuknya. Banyak kritik yang mengatakan mengubah tim yang telah memenangkan dua kejuaraan Euro dan Piala dunia selama 6 tahun merupakan masalah yang memiliki dampak besar secara emosional. Mereka kemudian dikalahkan oleh Belanda dan Chili sehingga keluar dari kejuaraan sejak babak penyisihan grup. Del Bosque berkat dorongan beberapa media pemberitaan dan kritik tertarik untuk mengajukan resign namun hal ini ditolak dengan tegas oleh persatuan bola Spanyol. Penolakan ini membutny ahrus terus bekerja dengan sejumlah pemain baru di musim yang baru ini.

Mereka nyatanya kalah pada pertandingan kedua. Lawan mereka pada perandingan ini adalah Slovakia yang mendapatkan skor 2-1 di Zilina. Pada akhirnya mereka mendapatkan 36 match tidak terkalahkan pada babak penyisihan dan meningkatkan kekhawatiran bahwa kecepatan dan porsi bermain seperti itu mereka bisa hancur di tengah jalan dan walaupun demikian mereka tetap berusaha untuk memenangkan 8 pertandingan terakhir mereka dan memenangkan babak kualifikasi secara keseluruhan dengan selisih lima poin. Ini membuktikan kemampuan dan ketahanan tim tersebut sehingga tim ini jelas patut diwaspadai. Andres Iniesta jelas merupakan pemain hebat.

Gerard Pique walaupun mendapatkan teriakan cemoohan oleh fansnya sendiri pada pertaruhan kandang terus melakukan tugasnya dengan baik dan membuat tempo permainan dari garis belakang. Sergio Ramos melakukan improvsasi ketika siap bertanding sementara David Silva berusaha bermain selicin mungkin. Del Bosque yang selalu menempatkan Casillas sebagai kapten daripada memiliki David de Gea memang membingungkan begitu pula kurangnya dampak yang diberikan oleh Diego Costa dalam kegiatannya. Tim in merupakan tim yang berada di puncak tumpukan pilihan dengan tiga titel euro yang hanya bisa diimbangi oleh Jerman. Mereka berhasil mengalahkan Ruisa pada pertandingan final yang berlangsung di Madrid sebagai hasil dari kemampuan Marcelino dan mengakhiri penantian panjang mereka untuk titel baru.

Di Viena, Fernando Torres dalam masa kejayaannya di Liverpool berhasil membuat satu-satunya gol yang mengalahkan tim Jerman. Dia berhasil membuat metode bermain yang menghancurkan tim ini. Pada tahun 2012 tim ini telah berada di bawah asuhan Del Bosque. Tingkat pertumbuhannya cukup lambat sehingga mereka harus berjuang keras untuk mengalahkan Portugal pada babak semifinal. Unikanya pada pertandingan final Xavi yang biasanya tampak kelelahan berhasil mengembalikan staminanya dan memberikan penampilan mengesankan. Mungkin puji dan puja yang diberikan pada Andrea Pirlo membuatnya tersadar dan membuatnya merasa bahwa dia akan menjadi faktor penting dalam menghancurkan Italia.

Dalam 15 menit penonton telah mulai dengan mantra ‘Olé’ mereka dan tidak pernah berhenti sampai Casillas pada akhirnya mengangkat piala. Itali dihancurkan 4-0 oleh Spanyol dan menjadi sebuah catatan hebat terakhir di pakaian Xavi. Andres Iniesta selalu dinyatakan sebagai pemain tengah terbaik dunia. Dia memiliki kendali keseimbangan dan teknik yang baik. Suda terlalu banyak pujian untuknya sehingga tidak mungkin untuk menemukan cara baru untuk menjelaskan kehebatannya. Del Bosque merangkum semua puji dan puja tersebut dalam satu kata yaitu sempurna. Kemampuan serangan dan bertahan yang baik menunjukkan hal tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *